Mafia39 Slot Demo : Teknologi, Aksi, dan Edukasi Penyelamatan Pesisir Pantai
Berita Asik, Berita keren, Berita Tequini, Teknologi

Mafia39 Slot Demo : Teknologi, Aksi, dan Edukasi Penyelamatan Pesisir Pantai

Mafia39 Slot Demo : Bener banget, guys, masalah sampah plastik di pesisir dan lautan Indonesia udah gak bisa diabaikan lagi. Ini bikin khawatir banget, apalagi Indonesia kan negara kepulauan dengan ribuan pulau dan garis pantai panjang 108.000 km, jadi kawasan pesisir bisa jadi tempat berpotensi dan rawan banget buat sampah plastik.

Udah dari dulu isu sampah ini gak ada habisnya di Indonesia, dari kota-kota sampe kawasan pesisir. Soal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kelebihan beban sampe sampah plastik yang menumpuk banget di pesisir. Ada seorang dosen dari universitas terkenal di Yogyakarta yang nulis opini tentang masalah ini, dia bilang kalau tutupnya TPA bisa bikin lebih banyak sampah plastik di pesisir.

Lalu, inget gak, guys, kejadian Juli 2023? Indonesia heboh sama aksi bersih-bersih sampah di pesisir yang diadain sama Pandawara Group. Mereka berhasil gerakin 4000 orang buat bersihin sampah di Pantai Sukaraja, Bandar Lampung. Sebelumnya, mereka juga udah ngadain aksi serupa di Pantai Labuan, Banten.

Nah, peran Pandawara Group ini keren banget, mereka bikin ribuan orang terinspirasi buat ikut serta dalam bersihin sampah. Aku sebagai peneliti yang lagi riset tentang sampah plastik di pesisir, lihat betapa pentingnya peran media sosial dalam menggerakkan masyarakat dan pemerintah buat kerja bareng-bareng, berkat ajakan dari aktivis lingkungan.

Mafia39 Slot Demo : Teknologi, Aksi, dan Edukasi Penyelamatan Pesisir Pantai

Ada lagi nih hal yang bikin kita semua gerak, yaitu fakta bahwa Indonesia nyumbang sekitar 56.333 ton sampah plastik yang berakhir di laut melalui muara sungai. Ini data dari penelitian yang dilakukan oleh Lourens J.J Meijer dan timnya pada 2021. Jadi, ya, aku pikir ada tiga cara yang bisa dicoba untuk mengatasi masalah ini.

Pertama, teknologi banget, guys, buat ukur, amati, dan nilai masalah sampah plastik di kawasan pesisir. Teknologi penginderaan jauh bisa dipake buat dapat gambaran wilayahnya. Ini bisa pake data satelit, pesawat udara, atau drone.

Dari pembicaraan aku sama teman yang ahli di bidang penginderaan jauh, teknologi ini bisa deteksi sampah plastik besar atau kecil. Contohnya, data dari satelit Sentinel 2 bisa bedain sampah plastik sama rumput laut, jadi bisa keliatan mana sampah dan mana bukan.

NASA juga punya peran penting, mereka ngebantu kita sadar kalo teknologi satelit juga bisa pantau sampah mikroplastik di laut. Data dari delapan satelit kecil yang ukur kecepatan angin di laut bisa kasih tahu kita tentang daerah yang konsentrasinya tinggi.

Kedua, kita semua harus aksi bareng-bareng, dari kita, untuk kita. Contoh bagusnya dari Pandawara Group, dan aku yakin banyak organisasi dan individu lainnya juga ikutan peduli lingkungan. Aku juga nemu hal ini waktu aku dan rekan peneliti lagi riset tentang sampah plastik di sekitar muara Sungai Cisadane dengan teknologi penginderaan jauh.

Kita juga butuh edukasi, guys, yang seru dan gak cuma teori aja. Ubah perilaku masyarakat soal sampah gak gampang. Penanganan sampah plastik butuh pendekatan komprehensif, yang termasuk pencegahan, pengelolaan limbah yang baik, dan perubahan perilaku konsumen.

Masyarakat perlu tahu dan bisa cara kelola sampah dengan bijak, kayak batasi pakai plastik sekali pakai dan daur ulang. Atau hal sederhana kayak memilah sampah, gabung jadi anggota bank sampah, dan pake prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Sadarilah, guys, pendekatan ini butuh kerja sama semua pihak. Kita gak bisa selamatkan pesisir Indonesia dari bahaya sampah plastik tanpa semangat gotong royong dan aksi nyata bersama.


Sumber: https://news.detik.com/kolom/d-6888114/teknologi-aksi-dan-edukasi-penyelamatan-pesisir

Kunjungi Novel Mafia39 lengkap kamu bisa cek di mafia39 linktree atau kunjuni blog kami di Blog Mafia39 dan wp mafia39 website official https://mafia39.top/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *