Mafia39 Slot Demo : Kenapa Setiap Orang Jawa Zaman Now Ogah Beri Nama Ndeso ke Anaknya?
Berita Asik, Berita Tequini, Berita unik dan nyeleneh

Mafia39 Slot Demo : Kenapa Setiap Orang Jawa Zaman Now Ogah Beri Nama Ndeso ke Anaknya?

Mafia39 Slot Demo : Wah, kalau kita lihat sekarang, banyak lho orang Jawa yang milih gak mau kasih nama ‘ndeso’ buat anaknya. Lah, emangnya kenapa sih?

Namanya kan penting banget, bisa keliatan dari mana asalnya orang itu. Dari nama kayak ‘Suyatmin’, ‘Sugiyem’, ‘Ponimin’, ‘Suparno’, dan sejenisnya, udah pasti orangnya Jawa. Udah pada tahu deh, orang Jawa biasanya punya nama gitu.

Dalam penelitian Ron Hatley dari Amerika Serikat tentang Arti Sosial Nama di Jawa (1977), dia bilang kalo nama Jawa biasanya berasal dari tempat tinggal, bahasa Sansakerta, cerita pewayangan, peristiwa penting, dan campuran lainnya. Contohnya kayak Ponimin, Sukarno, Merdekawati, Rini Safitri, gitu.

Tapi, nih, sekarang udah beda lagi, guys. Nama Jawa yang dulu pendek dan simpel, sekarang makin hilang dan diganti sama nama-nama yang susah banget diucapin sama orang Jawa sendiri. Dan nama-nama ini juga jadi makin panjang.

Tapi ini udah lama banget berlangsungnya, dari tahun 1960-an kayak yang dijelasin oleh Moordiati dalam penelitian dia tentang Nama di Jawa dari tahun 1950-2000 di tahun 2015 lalu.

Kata Moordiati, perubahan nama ini dimulai sekitar tahun 1950-an. Sebelum itu, orang Jawa masih sering pake nama yang cuma satu kata aja. Tapi abis tahun itu, nama-nama mulai berubah.

Dari tahun 1960-an, orang Jawa mulai kasih nama anaknya lebih dari satu kata. Walau tetep satu kata, tapi paling enggak punya tiga suku kata atau lebih, kayak Munawaroh, Sugiono, Maesaroh, Hartono, dan lainnya.

Terus di tahun 1970 sampai 2000-an, nama-nama orang Jawa makin bervariasi. Karena orang Jawa mulai pake bahasa Arab dan Inggris juga buat bikin nama baru.

Mafia39 Slot Demo : Nah, Apa Alasan di Balik Perubahan Nama itu?

Nah, nih, alasannya apa sih di balik perubahan nama ini? Katanya sih, orang Jawa makin ‘alergi’ sama nama-nama yang keliatan ‘kampungan’, jadi akhirnya makin panjang aja tuh nama-nama.

‘Alrgi’ ini muncul karena adanya modernisasi. Tapi bukan cuman itu aja. Penelitian juga bilang kalo perubahan nama ini dipengaruhi sama tingkat ekonomi keluarga, pendidikan, sama pekerjaan orang tuanya.

Misalnya aja, di tahun 1970-an, panjang nama ada hubungannya sama kondisi ekonomi dan keluarga orang tua.

Tapi intinya, dengan modernisasi ini, nama enggak lagi bisa jadi petunjuk buat kenalan sama latar belakang seseorang. Pemilihan nama sekarang lebih nyeritain ideologi dan harapan masyarakatnya. Akibatnya, nama Jawa yang asli makin ditinggalin dan diganti sama nama yang lebih modern.

Ini juga cocok sama riset dari Kania Larasati dari UGM yang bilang kalo adanya perubahan budaya Jawa dan budaya lain bikin orang Jawa pilih nama-nama yang lebih modern.

Tapi meskipun begitu, menurut Moordiati, keindahan atau kemodernan nama sering kali bikin arti aslinya ilang. Akhirnya, nama enggak lagi jadi doa, tapi udah jadi image aja.


Sumber: https://travel.detik.com/travel-news/d-6877975/kenapa-orang-jawa-zaman-now-ogah-beri-nama-ndeso-ke-anaknya

Kunjungi Novel Mafia39 lengkap kamu bisa cek di mafia39 linktree atau kunjuni blog kami di Blog Mafia39 dan wp mafia39 website official https://mafia39.top/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *