Mafia39 Slot Demo : Geger Turis Kanada: Wisata Pulau Togean Sulawesi Bagaikan Neraka!
Berita Asik, Berita keren, Berita Tequini, Berita unik dan nyeleneh

Mafia39 Slot Demo : Geger Turis Kanada: Wisata Pulau Togean Sulawesi Bagaikan Neraka!

Mafia39 Slot Demo : Bro/sis, ada cerita garing nih dari turis asal Kanada yang mampir ke Kepulauan Togean, Tojo Una-Una, Sulteng. Gila, sampe dia ngerasa kayak lagi ngerasain neraka gitu. Eh, ternyata kenapa sih?

Jadi begini, ada turis dari Kanada namanya Dave Smith. Nah, dia baru aja ngerasain pengalaman yang kurang mengenakkan banget di Kepulauan Togean. Dia ini dateng ke sana dengan imajinasi mau berenang sama ubur-ubur.

Di sini, di perairan Togean, itu tempat dimana hewan laut macem ubur-ubur tanpa sengat, dugong, lumba-lumba, dan penyu sisik yang hampir punah banyak hidup dan berkembang biak.

Nah, ceritanya Dave ini lagi diceritain di South China Morning Post, tuh pada Senin (21/08) kemarin. Dia cerita gimana dia capek-capeknya sampai di Togean. Awalnya dia terbang dari Bali ke Makassar, terus lanjut penerbangan lagi ke Ampana, kota pelabuhan kecil di Pantai Selatan Teluk Tomini, Sulawesi Tengah.

Di Ampana, dia tidur semalam, terus keesokan paginya dia berangkat pake feri menuju Wakai, desa terbesar di Kepulauan Togean. Pas di perjalanan itu, dia cerita dia ngobrol sama warga lokal yang ramah, dan ada yang nawarin kopi. Eh, juga ada aksi lumba-lumba loncat-loncat deket permukaan laut gitu.

Mafia39 Slot Demo : Geger Turis Kanada: Wisata Pulau Togean Sulawesi Bagaikan Neraka!

Pas dia sampe di Wakai, tempat itu menurut dia kotor banget, kayak lumpur gitu, dan juga ada buaya air asin yang suka muncul di malam hari. Eh pas dia baru dateng, dia denger berita kalo seorang nelayan baru aja mati dimakan buaya sehari sebelumnya.

Terus dia pergi ke resor yang dia udah booking, dia sewa perahu motor seharga Rp 150.000. Katanya sih, ada sekitar 20 resor yang ada di Kepulauan Togean.

Pas dia naik perahu motor itu, dia ngeliat pemandangan yang dramatic banget, ada pulau gede, ada karst batu kapur yang tinggi gitu, dia bilang ini semua kayak bidak catur raksasa.

Setelah dia sampe di resor, dia ngerasa kondisi ruang makan dan ruangan peralatan selam gak bagus-bagus amat. Tapi kamar dia lumayan bersih dan nyaman. Sayangnya, makanannya menurut dia gak enak banget.

Terus dia kenalan sama dua orang turis lain, Ned dan Tom dari Australia. Nah, mereka ini ngebahas soal pelayanan di resor ini. Mereka ngebandingin sama resor di tempat wisata lain yang menurut mereka lebih baik pelayanannya.

Tom ngenalin konsep anggaran deh, dia ngomong, “Kita udah biasa sama akomodasi kayak gini. Nggak usah tegang kalo lagi traveling dengan budget terbatas di Indonesia.”

Dave juga bandingin harga resornya ini, cuma setengah dari harga laundry pas dia liburan di resor mewah di Maladewa.

Eh, keesokan harinya, Dave naik perahu kecil di resor buat jalan-jalan di sekitar pulau. Tapi ada petugas di resor yang ngasih tau dia, jangan ke daerah timur pulau, soalnya ada buaya di hutan bakau.

Tapi dia gak tenang, dia takut aja buaya-buaya itu bisa renang ke mana aja. Menurut dia, dia udah dalam ancaman kalo dia jalan-jalan di sekitar situ.

Dia juga cerita kalo dia baca keluhan yang sama dari turis lain di Tripadvisor, mereka bilang penduduk di sana sering kasih makan buaya liar di belakang rumah, cuma 100 meter dari karang gitu.

Nah, Dave ngasih up dan gak jadi jalan-jalan di sekitar pulau. Dia liat aja area terumbu karangnya yang banyak pengunjung yang snorkeling. Menurut dia, itu aman-aman aja buat diselami.

Pas dia snorkeling, dia liat terumbu karang yang lumayan luas, tapi sebagian udah mati atau gak warna-warni lagi.

Nah, menurut Travelfish, dari tahun 1990-an banyak nelayan yang pakai bom atau racun sianida buat nangkap ikan di Togean, jadinya jumlah ikan menurun banget dan terumbu karang rusak parah.

Akibatnya, hiu, ikan gede, dan penyu jadi jarang keliatan. Dari tahun 2016, data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tojo Una-Una bilang 25 dari 90 spot diving di sana kondisinya kurang baik.

Imunitas Sulawesi Selatan nulis di situs mereka kalo sejak tahun 1990, Kepulauan Togean jadi tempat pemasok Ikan Napoleon Hidup buat perdagangan global. Ini ngubah ekologi dan sosial masyarakat, khususnya suku Bajau.

Imunitas juga bilang, kondisi terumbu karang di sana makin rusak, dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Tojo Una-Una juga bilang kalo pengeboman laut ilegal masih terus terjadi.

Setelah diving, Dave naik ke permukaan dan langsung putusin buat pindah ke resor lain, walaupun harganya lebih mahal dikit. Di resor baru itu, makanannya lebih enak dan nyaman, cuma aja gak bisa tidur karena listrik dan kipas dimatiin malem-malem.

Besoknya, Dave putusin buat akhiri liburannya dan pesen perahu buat balik ke Wakai bareng beberapa turis lain.

Perahunya dateng sorenya. Dave berasa kayak Tom Hanks di film Castaway yang terdampar di pulau tropis bertahun-tahun.

“Kepulauan Togean keliatan kayak surga. Tapi buat gue, lebih kayak neraka,” gitu Dave ngebilang.


Sumber: https://travel.detik.com/travel-news/d-6894207/geger-turis-kanada-wisata-pulau-togean-sulawesi-bak-neraka

Kunjungi Novel Mafia39 lengkap kamu bisa cek di mafia39 linktree atau kunjuni blog kami di Blog Mafia39 dan wp mafia39 website official https://mafia39.top/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *