Mafia39 Slot Demo : Dulu Jadi Stasiun Penting, Kini Jadi Lapangan Badminton
Berita Asik, Berita keren, Berita Tequini, Berita unik dan nyeleneh

Mafia39 Slot Demo : Dulu Jadi Stasiun Penting, Kini Jadi Lapangan Badminton

Mafia39 Slot Demo : Dulu, Stasiun Juwana mantep banget. Tapi sekarang, bangunannya udah jadi lapangan badminton, bro. Bangunan Stasiun Juwana di Kabupaten Pati keliatan udah uzur dan nggak dijaga. Padahal dulu, gedung yang dulunya keren itu jadi tempat penting buat warga sana.

Tapi semenjak kereta api gak lewat lagi, kejayaannya ilang. Warga sekarang pada pakai bangunan jadul itu buat parkir mobil dan main badminton.

Gedungnya tinggal dua, satu di timur dan satu di barat. Lantai stasiun udah rusak, cuma ada tanah. Area tempat Stasiun Juwana dulu sekarang jadi parkiran. Sebelah barat jadi lapangan badminton sama tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Di sekitar bekas stasiun, ada papan tulisan tanah milik PT Kereta Api Indonesia. Ada juga rumah warga yang dibangun di sekitar bekas stasiun yang dulunya dibangun sama Semarang-Joana-Stoomtram-maatschappij (SJS).

Salah satu warga Doropayung, Edi Supriyanto (53), inget masa-masa Stasiun Juwana masih ada. Dia cerita dulu ada empat rel di stasiun itu. Rel-relnya terhubung ke beberapa tempat, kayak Tayu, Rembang, sama Semarang.

Mafia39 Slot Demo : Dulu Jadi Stasiun Penting, Kini Jadi Lapangan Badminton

“Kayaknya dulu ada rel satu, dua, tiga, dan empat. Satu ke arah Kudus, dua ke arah Tayu, tiga ke arah Rembang. Itu buat angkutan barang dan pedagang,” kata Edi pas ketemu di situ.

Saleh, yang jadi perangkat desa Doropayung, bilang Stasiun Juwana dibangun sama perusahaan swasta Semarang-Joana-Stoomtram-maatschappij (SJS) sekitar tahun 1800-an. Tapi stasiun ini berhenti operasi kira-kira tahun 1984.

“Berhenti tahun 1984, waktu gue masih SD juga udah berhenti operasi,” bilang Saleh pas ketemu di lokasi.

Dulu Kereta Api Andalan Dia cerita, dulu kereta api jadi salah satu alat transportasi yang dipake banget sama warga Juwana. Dia juga pernah naik KA dari stasiun itu waktu diajak keluarganya ke Solo.

“Waktu gue kecil pernah diajak nenek gue naik kereta api ke Solo. Waktu itu naik kereta dapet susu. Itu sekitar tahun 1970-an,” jelas Saleh.

“Keretanya lewat arah Tayu dan Semarang. Gerbongnya campur, ada penumpang sama barang. Gerbong barang ini terakhir,” lanjut dia.

Tapi sekarang, bekas stasiun itu tinggal kenangan. Bangunannya masih ada, tapi kondisinya jelek. Ada kantor masinis, gudang, sama bengkel kereta.

Dia berharap, pemerintah bisa ngasih perhatian lagi ke gedung yang layak jadi warisan budaya itu. Kalo begitu, juga bisa berdampak positif buat warga, soalnya bekas stasiun ini bisa jadi tempat wisata.

“Semoga pemerintah desa bisa minta bantuan pemerintah pusat yang ngurusin bangunan warisan budaya. Kalo bisa, bangunan ini bisa diaktifkan lagi, biar angkutan massal bisa jalan lagi, misalnya ke Surabaya atau Semarang. Kalo nggak bisa, mungkin gedung ini bisa jadi warisan budaya buat kenangan anak cucu kita,” ungkap Saleh.


Sumber: https://travel.detik.com/domestic-destination/d-6888102/dulu-stasiun-penting-kini-jadi-lapangan-badminton

Kunjungi Novel Mafia39 lengkap kamu bisa cek di mafia39 linktree atau kunjuni blog kami di Blog Mafia39 dan wp mafia39 website official https://mafia39.top/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *