Mafia39 Slot Demo : China Alami Banjir Terparah dalam 140 Tahun
Berita Asik, Berita keren, Berita Tequini

Mafia39 Slot Demo : China Alami Banjir Terparah dalam 140 Tahun

Mafia39 Slot Demo : Abis hujan lebat bikin Beijing, China jadi banjir paling parah dalam 140 tahun terakhir, guys. Para ahli bilang China perlu mantepin sistem pemantauan cuaca dan hidrologinya soalnya cuaca ekstrem kayak gini bakal makin sering terjadi gara-gara perubahan iklim.

Dulu, pada tanggal 2 Agustus, hujan deres di Beijing bikin banjir yang gak main-main, bahkan rekor meteorologi jebol. Minimal 33 orang dikabarin mati dan banyak juga yang ilang gara-gara bencana ini.

Layanan Meteorologi Beijing bilang stasiun di wilayah Changping, distrik barat laut, ngerekam curah hujan 744,8 mm, yang paling gede sejak 1891. Di Lincheng, wilayah tetangga Hebei, curah hujan ampir 1.003 mm, kira-kira dua tahunan deh curah hujannya.

Dan gak cuma itu, curah hujan di semua wilayah juga rekor, nih. Harian dari empat stasiun meteorologi di Beijing sama 10 di Hebei melebihi rekor historisnya.

Deresnya hujan ini ngerekam rekor Ahli iklim dari University of California, Irvine, Shao Sun, bilang ini hujan paling deres yang pernah nyerang China utara dari tahun 1964. Ini lewatin banjir tahun 2012 yang nyebabin 79 orang mati dan lebih dari 1,6 juta orang terdampak.

“Hujan gede ini disebabkan gabungan dampak Topan Doksuri, ketinggian subtropis, dan gunung-gunung Taihang sama Yanshan di China utara,” kata Sun.

Topan Doksuri sama daerah subtropis mengaduk uap air dari utara ke selatan China timur. Abis itu, pas ketemu gunung Taihang sama Yanshan, uap airnya ngabisin jadi hujan lebat.

Mafia39 Slot Demo : China Alami Banjir Terparah dalam 140 Tahun

“Terus, pembentukan Topan Khanun bawaan juga ngerekam banyak uap air ke utara China, bikin cuaca yang belum pernah terjadi dan ngelanggar rekor,” bilang Sun.

Dia bilang, mulai awal abad 21, curah hujan lebat lebih sering di China utara. Dulu, dari 1950-an sampe 1970-an, hujannya fokus di utara, terus bergeser ke selatan China sampe 1980-an dan 1990-an.

“Mulai awal abad 21, jalur hujan utama bergerak lagi ke utara. Sejarahnya, China utara lagi alamin peningkatan curah hujan, yang bikin cuaca ekstrem lebih sering dan banjir makin sering juga,” tukas dia.

Makanya, para ahli bilang penting buat nambahin ilmu cuaca dan hidrologi biar peringatan sama kesiapsiagaan bencana makin kuat, dan kota-kota juga perlu kuat dalam mencegah sama ngurangin bencana.

Zhang Jianyun, mantan kepala Institut Riset Hidraulik Nanjing, bilang China mesti tingkatin penelitian tentang cuaca buruk dan akurasi prediksi cuaca. Dia bilang pemantauan hidrologi negara juga mesti diperkuat.

“Stasiun hidrologi banyak di desa-desa dan gak bagus. Kalo banjir datang, bisa hanyut, rusakin alat pemantauan dan laporan informasinya,” ujarnya.

Zhang juga kepala tim yang selidik banjir hebat di Zhengzhou 2021 yang bikin 398 orang mati.

Laporan tim itu, yang keluar Januari 2022, manggil otoritas buat kuatin peringatan dan respons dini, juga kuatin kesiapsiagaan kota mencegah dan ngurangin bencana.

Masalah ini makin penting soalnya penelitian menunjukkin dataran tinggi lebih rentan kena curah hujan ekstrem gara-gara pemanasan global.

“Makin mungkinn cuaca ekstrem dataran tinggi naik dua kali lipat dari dataran rendah. Tiap naik 1 derajat Celsius, curah hujan ekstrem di dataran tinggi bisa naik 15%,” bilang dia.

Timnya nemuin dari studi 2020 kalo Beijing termasuk salah satu dari enam kota di China timur yang paling risiko banjir.

“Hasil ini nyorotin tantangan kota-kota China utara, kurangnya drainase, sungai yang terbatas, dan perencanaan hijau kota yang kurang, bikin mereka rentan banget sama banjir waktu cuaca buruk yang tiba-tiba,” kata Sun.


Sumber: https://inet.detik.com/science/d-6887998/china-alami-banjir-terparah-dalam-140-tahun

Kunjungi Novel Mafia39 lengkap kamu bisa cek di mafia39 linktree atau kunjuni blog kami di Blog Mafia39 dan wp mafia39 website official https://mafia39.top/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *