Mafia39 Slot Demo : 7 Ilmuwan Perempuan Ini 'Menguak Rahasia' Kehidupan di Bumi
Berita Asik, Berita keren, Berita Tequini

Mafia39 Slot Demo : 7 Ilmuwan Perempuan Ini ‘Menguak Rahasia’ Kehidupan di Bumi

Mafia39 Slot Demo : Nah, gue mau cerita nih tentang penelitian kehidupan yang gak bisa asal-asalan, guys. Buat bongkar rahasia kehidupan di Bumi, kita butuh penelitian dari berbagai sisi. Mulai dari perilaku, perkembangan, anatomi, fisiologi, taksonomi, ekologi, sampe evolusi.

Makanya, kemajuan di bidang ilmu kehidupan gak bisa dipisahin dari kerja keras para peneliti. Tapi, tau gak sih, ternyata ilmuwan perempuan masih jadi sebagian kecil aja dari total jumlah ilmuwan.

Nih, gue bakal ceritain 7 ilmuwan perempuan yang jadi “pemecah misteri” kehidupan di Bumi, guys. Ini dia daftarnya:

7 Ilmuwan Perempuan yang ‘Mengungkap Rahasia’ Kehidupan di Bumi

Mafia39 Slot Demo : 7 Ilmuwan Perempuan Ini ‘Menguak Rahasia’ Kehidupan di Bumi

  1. Maria Anning Maria Anning dikenal sebagai pemburu fosil dan ahli anatomi amatir dari Inggris. Meskipun dia cuma amatir, tapi dia punya peran penting banget dalam penemuan fosil dinosaurus yang jadi ikon paleontologi.

Penggaliannya juga bantu ilmuwan lain di Inggris buat cari spesimen lainnya. Lewat temuan Maria, para ilmuwan bisa pelajari dan ngebentuk bagian awal dari sejarah geologi Bumi.

Bahkan ada yang bilang fosil-fosil yang ditemuin Maria mungkin bantu teori evolusi yang diemukan naturalis Inggris, Charles Darwin.

  1. Rachel Carson Rachel Carson adalah tokoh utama dalam gerakan lingkungan di Amerika. Dia ahli biologi yang punya tulisan-tulisan penting soal polusi lingkungan, sejarah alam, dan laut.

Dari tahun 1946-1952, Carson kerja sebagai ahli biologi akuatik di Biro Perikanan Amerika Serikat. Selama itu, dia nulis buku berjudul Under the Sea-Wind (1941) dan The Sea Around US (1951) yang menang Penghargaan Buku Nasional.

Tapi yang paling terkenal karyanya tuh Silent Spring (1962), yang jadi buku bestseller dan bikin orang sadar sama dampak panjang pencemaran lingkungan.

  1. Margaret Bryan Davis Margaret Bryan Davis adalah ahli perilaku hewan dan paleoekologi dari Amerika. Dia bikin penelitian awal tentang palinologi (studi tentang serbuk sari dan spora tanaman).

Awalnya, dia tertarik sama serbuk sari pas jadi mahasiswi di Universitas Kopenhagen sekitar tahun 1950-an. Dia belajar sampel serbuk sari yang disimpan selama periode interglasial (zaman antar zaman es) di Greenland.

Dari situ, dia ciptain metode baru buat ngeinterpretasi rekaman serbuk sari pas dia kerja di Universitas Michigan. Karyanya ini bantu kita paham pengaruh lingkungan kayak iklim ke komunitas biologis.

  1. Sylvia Alice Earle Sylvia Alice Earle adalah ahli kelautan dan penjelajah dari Amerika yang khusus studi ganggang laut. Dia juga nulis buku sama bikin film dokumenter buat nambah kesadaran soal overfishing dan polusi laut.

Tapi yang paling terkenal, dia jadi pimpin tim perempuan pertama yang eksplorasi bawah laut di tahun 1970. Eksplorasinya itu bagian dari eksperimen Tektite II buat cek kondisi habitat bawah laut dan efek kesehatan tinggal lama di bawah air.

Eksperimen ini berlangsung selama dua minggu, dan Earle akhirnya lihat sendiri dampak pencemaran ke terumbu karang. Ini sejarah banget soalnya waktu itu area itu biasanya didominasi laki-laki.

  1. Wangari Maathai Wangari Maathai adalah politikus dan aktivis lingkungan dari Kenya. Dia perempuan kulit hitam Afrika pertama yang menang Nobel Perdamaian tahun 2004. Maathai terinspirasi buat bantu perempuan di desa kualitas hidup dan lingkungan lewat penanaman pohon.

Tahun 1977, dia bikin Gerakan Sabuk Hijau yang fokus ke konservasi lingkungan, penanaman pohon, dan hak-hak perempuan. Sampai tahun 2023, gerakan ini udah tanam lebih dari 50 juta pohon.

Maathai juga jadi pembela hak asasi manusia, nanggulangin AIDS, dan isu perempuan. Dia juga sering bicara di Majelis Umum PBB buat suarain keprihatinannya.

  1. Jane Goodall Jane Goodall adalah ahli perilaku hewan dari Inggris yang jadi ikon penelitian simpanse di Taman Nasional Gombe Stream, Tanzania. Ceritanya dimulai dari tahun 1950-an, pas dia memutuskan cabut sekolah dan pergi ke Afrika.

Dia punya minat gede sama perilaku hewan, terutama pas dia kerja sama Louis Leakey. Perjalanan Jane ini akhirnya dia punya kampus di Gombe Stream Game Reserve buat pelajari populasi simpanse.

Dengan perjalanan panjang ini, Jane akhirnya dapat gelar PhD di bidang etologi dari Universitas Cambridge. Dia salah satu yang cuma dikasih gelar doktor tanpa punya gelar sarjana dulu.

  1. Margaret Morse Nice Margaret Morse Nice adalah ahli etologi dan ahli burung Amerika Serikat yang punya penelitian lapangan. Hasil penelitiannya punya pengaruh besar pada penelitian burung di Amerika Utara, termasuk burung pipit (Melospiza melodia).

Cintanya sama alam sudah muncul dari kecil pas dia tinggal di Oklahoma. Dia baca surat di koran lokal yang nge-support pembukaan musim berburu burung merpati pemurung (Zenaida macroura) di bulan September.

Setelah baca itu, dia mulai penelitian soal perilaku burung itu. Hasilnya, dia benerin anggapan kalau burung ini bersarang di bulan Oktober bukan September seperti yang dia baca.

Dari situ, dia makin tertarik buat pelajari burung. Dia sama suaminya bikin penelitian The Birds of Oklahoma yang jadi kerja sama yang komprehensif, sampai diterbitin buku tahun 1924 dan edisi revisi tahun 1931.

Setelah buku pertama keluar, Margaret nulis lebih dari 250 paper ilmiah, ribuan review, dan buku lainnya. Salah satu bukunya adalah The Watcher at the Nest (1939) dan Development of Behavior in Precocial Bird (1962).

Itulah 7 ilmuwan perempuan hebat yang punya peran besar dalam penelitian kehidupan. Mereka keren banget, ya!


Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6909362/7-ilmuwan-perempuan-ini-menguak-rahasia-kehidupan-di-bumi

Kunjungi Novel Mafia39 lengkap kamu bisa cek di mafia39 linktree atau kunjuni blog kami di Blog Mafia39 dan wp mafia39 website official https://mafia39.top/

Kunjungi kanal Mafia39 lainnya  di

Channel lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *